Malam sahabat.
Bagaimana kabar para sahabat hari ini? Mudah – mudahan para sahabat sehat selalu.
Setelah postinganku yang terakhir yang bertemakan puisi yang berjudul “Kata Hati“, hari ini aku hadir dengan tema yang tidak terlalu spesifik sahabat dengan judul “Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak”. Tulisanku kali ini bukanlah suatu tulisan yang terlalu memiliki arti ataupun yang sejenisnya, kali ini aku hanya ingin bercerita saja sahabat. (maksudnya itu curhat….
)
hehehehe…… langsung saja yach….
Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak
Seperti itulah keadaanku saat ini
Ada sebuah perumpamaan
“Bagai telur di ujung tanduk”
Tapi kali ini telur itu tidak lagi di ujung tanduk
Telur itu telah jatuh dan pecah
Titik Kejenuhan itu kini tidak lagi ragu menjatuhkan telur
Titik itu kini telah berada pada puncaknya
Puncak dimana segala sesuatu serasa membosankan
Jalan – jalan… Ngampus…
Bercanda… Tidur…
Duduk….
Bahkan menulis tulisan ini pun serasa sangat membosankan
Berkali – kali aku terdiam
Selesai satu baris
Tangan ini terhenti
Begitu banyak rangkaian kata yang ingin aku tulis
Hanya saja, jari jemari ini terhenti begitu saja
Membuat rangkaian kata itu pecah
Dan bingung akan apa yang aku tulis dibaris selanjutnya
Begitu banyak ide dalam otak ini
Hanya saja, kejenuhan itu menghalanginya
Menghalangiku untuk mengeluarkannya
Menghalangi perintah ke jari jemariku
Sehingga jari jemari ini tak sanggup lagi menari
Otakku sudah tak lagi bisa merangkai kata
Tangan ini juga tak sanggup lagi untuk menari
Inilah baris akhir tulisan ini
Baris akhir yang hanya diakhiri dengan sebuah
. (titik)
Huft….. yach itulah tulisan sekaligus ceritaku kali ini sahabat.
Semoga sahabat bisa menikmatinya…


22 thoughts on “Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak”