Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak

Malam sahabat. :)

Bagaimana kabar para sahabat hari ini? Mudah – mudahan para sahabat sehat selalu. :)

Setelah postinganku yang terakhir yang bertemakan puisi yang berjudul “Kata Hati“, hari ini aku hadir dengan tema yang tidak terlalu spesifik sahabat dengan judul “Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak”. Tulisanku kali ini bukanlah suatu tulisan yang terlalu memiliki arti ataupun yang sejenisnya, kali ini aku hanya ingin bercerita saja sahabat. (maksudnya itu curhat…. :mrgreen: )

hehehehe…… langsung saja yach….

Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak

Seperti itulah keadaanku saat ini

Ada sebuah perumpamaan

“Bagai telur di ujung tanduk”

Tapi kali ini telur itu tidak lagi di ujung tanduk

Telur itu telah jatuh dan pecah

Titik Kejenuhan itu kini tidak lagi ragu menjatuhkan telur

Titik itu kini telah berada pada puncaknya

Puncak dimana segala sesuatu serasa membosankan

Jalan – jalan… Ngampus…

Bercanda… Tidur…

Duduk….

Bahkan menulis tulisan ini pun serasa sangat membosankan

Berkali – kali aku terdiam

Selesai satu baris

Tangan ini terhenti

Begitu banyak rangkaian kata yang ingin aku tulis

Hanya saja, jari jemari ini terhenti begitu saja

Membuat rangkaian kata itu pecah

Dan bingung akan apa yang aku tulis dibaris selanjutnya

Begitu banyak ide dalam otak ini

Hanya saja, kejenuhan itu menghalanginya

Menghalangiku untuk mengeluarkannya

Menghalangi perintah ke jari jemariku

Sehingga jari jemari ini tak sanggup lagi menari

Otakku sudah tak lagi bisa merangkai kata

Tangan ini juga tak sanggup lagi untuk menari

Inilah baris akhir tulisan ini

Baris akhir yang hanya diakhiri dengan sebuah

. (titik)

Huft….. yach itulah tulisan sekaligus ceritaku kali ini sahabat. :) Semoga sahabat bisa menikmatinya… :mrgreen:

Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak Reviewed by Lukman Wahyudi on . This Is Article About Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak

Malam sahabat. Bagaimana kabar para sahabat hari ini? Mudah – mudahan para sahabat sehat selalu. Setelah postinganku yang terakhir yang bertemakan puisi yang berjudul “Kata Hati“, hari ini aku hadir dengan tema yang tidak terlalu spesifik sahabat dengan judul “Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak”. Tulisanku kali ini bukanlah suatu tulisan yang terlalu memiliki arti ataupun yang sejenisnya, kali ini aku hanya ingin bercerita saja sahabat. (maksudnya itu curhat…. ) hehehehe…… langsung saja yach…. Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak Seperti itulah . . .
» Read More

Rating: 4

About The Author "Lukman Wahyudi"

PHP Programmer | Newbie Web Designer | Blogger | Backpacker | Social Media Addict

Google+ facebook twitter

22 thoughts on “Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak

    • Yup bener itu mas… Hati terhadap-Nya memang tidak dapat kita bolak balik mas. tapi hati terhadap sesama sepertinya kita bisa membolak baliknya. :)
      Semangat juga buat mas… :D
      Makasih mas udah mau mampir ke blogku sebelumnya. :)

    • hehehehehehe…… iya ya mbak….. padahal lagi boring…. tapi kenapa bisa nulis???
      wkwkwkwkwkwk…. jadi bingung sendiri aku. :D

      SEMANGAAAAAATTT……… :D

  1. Lukii… kalo jenuh… berarti saatnya diam.. sendiri.. tanpa elektronik.. tanpa suara,… cahaya.. hanya suara detak jantung.. nikmati, sambil diem… keadaan paling sunyi, tanpa hiruk pikuk dunia.. eh, tapi lagi sibuk ngampus yah? hohoo.. semangatt ya Luuk.. :D

  2. terkadang semangat terkadang merasa jenuh dg segala sesuatunya
    semua silih berganti..

    yang terpenting bagaimana kita membangkitkan diri kita kembali ketika rasa jenuh itu mendera..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>